Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Puisi, Laptop, dan Jatuh Cinta Pertama

Setiap orang punya kisah gelapnya masing-masing. Dan satu hal yang pertama membuatku lupa tentang gelap itu adalah puisi. Aku seorang introvert yang tak bisa membiarkan siapa pun tahu apa yang berlintasan dalam pikiranku, tapi jiwa ini hanya sebatas wadah yang mudah penuh, butuh penyaluran. Lalu puisi adalah solusi logisnya.

Aku bisa bercerita tentang sesuatu dengan menggunakan kata lain dan tak takut orang lain tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa nyaman menulis puisi, dia mendengar saat tidak ada yang mau mendengar. Ia menenangkan resah, saat yang lain hidup dalam dunia mereka sendiri. Bisa dibilang, puisi adalah jatuh cinta pertamaku dan cintaku itu ternyata bertahan lama.

Hingga kini, aku masih rajin menulis puisi. Dan rapi kusimpan dalam folder khusus laptopku. Jadi jangan heran kalau aku sulit membiarkan orang membuka laptopku. Buatku, laptop ada barang pribadi seperti halnya dompet, ponsel, atau yang lebih ekstrim, celana dalam. Jadi tidak heran kalau aku sulit meminjam…

Rahasia Waktu Para Ulama Terdahulu

Sudah lama aku menyimpan pertanyaan bagaimana ulama zaman dahulu bisa menguasai berbagai bidang keilmuan yang jauh berbeda tapi juga tetap dapat beraktivitas keduniawian seperti berdagang, berpolitik, atau berjihad. Waktu yang mereka punya sama denganku, 24 juga sehari, tetapi kenapa seolah waktu seperti lentur di tangan mereka, sedangkan aku yang aktivitasnya begini-begini saja seakan 24 jam tidaklah cukup.
Beberapa waktu lalu aku temui jawabannya. Rahasianya adalah konsisten menjaga waktu sholat di awal waktu. Dengan menjaga jadwal sholat maka Allah akan memudahkan jadwal kita beraktivitas. Ceritanya aku temukan di beranda Facebook-ku. Begini ceritanya.
Ada cerita tentang seseorang yang mengeluhkan jadwal hidupnya yang berantakan kepada sahabatnya yang shalih. Termasuk tentang bagaimana waktu 24 jam itu tidak cukup buatnya. Sahabatnya pun menanyakan bagaimana jadwal sholat si penanya dan dengan jujur dia jawab sholatnya sering di akhir waktu, sering ditunda-tunda. Maka sang sahabat…