Langsung ke konten utama

Tentang Perjalanan

“To move, to breathe, to fly, to float,
To gain all while you give,
To roam the roads of lands remote,
To travel is to live.” - Hans Christian Andersen


Mungkin kesukaanku yang satu ini bisa dibilang datang terlambat. Baru sejak bekerja di Jakarta, aku menyukai jalan-jalan ke daerah yang belum pernah aku sambangi sebelumnya. 

Aku jadi suka melihat laut, walaupun daftar laut yang pernah aku tahu sejak kecil hanya laut Ancol dan laut di sekitar pantai pasir Putih di Lampung, kampung halaman Ayah.

Aku jadi suka gunung, meskipun sejak kecil aku selalu takut membayangkan tersesat di gunung yang penuh dengan hantu dan siluman.

Aku semakin menyukai tempat-tempat bersejarah.

Bepergian ke tempat bersejarah membuatku teringat impian masa kecilku dulu menjadi arkeolog. Menjelajah ke tempat-tempat yang belum tersentuh manusia untuk membaca tentang masa lalu. Tapi sayang aku membiarkan ketakutan pada siluman, hantu, dan kemiskinan untuk melepaskan mimpi masa kecil itu.

Sekarang?

Sepertinya aku sedang menebus kesalahanku pada diri sendiri. Aku ingin bepergian. Bahkan aku ingin bisa memiliki kapal sendiri untuk keliling dunia dengan mengarungi lautan.

Mudah-mudahan bisa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC–Dokter Pegiat ASI yang Pemberani

Pernahkah Anda mendengar cerita tentang dokter yang “berselingkuh” dengan industri farmasi dan industri kesehatan? Saya pernah mendengar hal semacam itu dan beberapa orang kenalan saya memang membenarkan kalau itu terjadi. Katanya memang ada perusahaan farmasi yang menawarkan “hadiah” kepada para dokter yang mau menuliskan obat produksi mereka dalam resep-resep mereka. Hadiahnya bisa bermacam-macam, dari dibiayai pendidikan lanjutnya sampai diberikan mobol mewah terbaru. Miris bagaimana kesehatan pasien menjadi barang dagangan semata di kalangan oknum dokter yang takubahnya seperti agen obat itu. Tapi saya yakin, tidak semua dokter punya prinsip demikian. Ada juga dokter yang masih memiliki integritas tinggi dan membaktikan hidupnya demi nilai-nilai kemanusiaan. Saya pernah menemui salah satu dari dokter yang seperti itu. Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menjadi relawan jurnalistik Dompet Dhuafa dan diminta untuk mewawancarai beberapa dokter yang menjadi relawan medis di sana. N…

Tiga Pertanyaan

Pendidikan Interprofesional (IPE) Profesi Kesehatan di Indonesia

: Obat Manjur Bagi Prasangka Profesi
Bila berbicara tentang prasangka negatif terhadap profesi kesehatan lain, mau tidak mau saya jadi teringat dengan peristiwa sepuluh tahun lalu, saat saya masih bertugas sebagai asisten apoteker di sebuah apotek swasta di bilangan Jakarta Barat. Saat itu saya baru lulus SMF (dahulu masih bernama SMF, kalau sekarang sudah menjadi SMK Farmasi). Ketika itu saya mendapat giliran tugas pagi, sedangkan senior saya tugas malam. Apoteker apotek pun sepagi itu sedang tugas mengajar di SMF binaannya. Kemudian datanglah seorang pasien manula membawa selembar resep yang ternyata ditulis dr. X yang terkenal tulisannya sulit dibaca. Keringat dingin langsung mengucur dari tubuh saya, tapi jelas saya tidak boleh menolak resep. Saya bisa kena omel pimpinan apotek kalau ketahuan dan kasihan juga pasien malang itu. Juru racik saya yang baik menyarankan agar menelpon dokternya langsung untuk konfirmasi isi resepnya. Saran itu tidak langsung saya iyakan karena teringat t…