Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Menyusuri Taman Kota 1 BSD City

Skizoprenia dan Pasung

Hari ini (tanggal 10 Oktober) dirayakan sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Perayaan ini diinisiasi oleh WHO sejak tahun 1992 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya arti kesehatan jiwa. Karena memang, kesehatan jiwa masih menjadi isu kesehatan yang dinomorsekiankan setelah kesehatan fisik.

Tema perayaan tahun ini adalah Living with Schizoprenia. Untuk masyarakat awam, istilah skizoprenia mungkin masih asing di lidah. Mereka lebih mengenal kata gila, sarap, atau kata lain yang berkonotasi sangat negatif. Bahkan kata yang disematkan untuk para penderita skizoprenia merupakan stigma tersendiri yang menakutkan bagi siapa pun di Indonesia sehingga mereka enggan mengakui dan mencari pertolongan profesional saat orang terdekat mereka menderita penyakit ini.

Diperkirakan sekitar 26 juta orang menderita skizoprenia di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 terdapat 1,7 per mil orang menderita gangguan jiwa berat (skizoprenia). Art…

Kuasa Politik Sosial Media

Ryeska Fajar Respaty
Beberapa hari belakangan Twitter didominasi trending topic #ShameOnYouSBY. Peristiwa itu dipicu dari pengesahan RUU Pilkada yang sampai membuat masyarakat terbelah menjadi dua kutub, pendukung Pilkada langsung dan pendukung Pilkada taklangsung. Perdebatan dan protes mengenai topik ini begitu serunya sampai menarik perhatian dunia dan menyeret-nyeret nama SBY (lewat trending topic tadi). Bahkan sampai ‘memaksa’ Presiden SBY untuk klarifikasi menggunakan sosial media juga. Luar biasa! Sekuat itukah kuasa sosial media sebagai teknologi komunikasi termutakhir terhadap partisipasi masyarakat dalam bidang politik Indonesia?
Sosial Media Perkembangan teknologi komunikasi bisa dibilang sudah mencapai puncaknya. Jika dahulu manusia membutuhkan sarana komunikasi yang rumit, mahal, dan tidak user-friendly, berbeda dengan sekarang. Dengan biaya kurang dari seribu rupiah, manusia bisa berkomunikasi satu dengan yang lainnya bahkan lewat sentuhan ujung jempol saja.
Sosial media mer…

Mengungkap Persekongkolan Jahat Antara HIV/AIDS dan TB

Belajar dari Kisah Bunda Lisa: Bukan Sekedar Romantisme Picisan

“Janji kami di awal selalu aku pegang teguh. Janji untuk selalu ada ketika yang lain lanyau dalam situasi yang mengimpit. Janji untuk mengangkat ketika salah satu dari kami terjatuh. Janji itu aku jaga rapat-rapat. Hingga akhir hayat, akan terus aku jaga. Menjaga hati masing-masing, menjaga cinta kami.” (Bunda Lisa: 98-99)
Terus terang saya begitu penasaran dengan kehidupan rumah tangga orang-orang sukses. Maksud saya bukan sekedar penasarannya ibu-ibu penggosip yang butuh bahan untuk bercerita di tengah kerumunan penggosip lainnya, tetapi sebagai bahan introspeksi diri supaya bisa mengubah diri lebih baik dan meraih kesuksesan seperti orang-orang sukses itu. Saya ingin tahu, apa dan siapa yang berperan dalam kesuksesan mereka, bagaimana kisah perjuangan mereka, bagaimana mereka dibesarkan dalam keluarganya, dan bagaimana mereka membesarkan anak-anak mereka. Hampir semua pertanyaan itu saya dapatkan jawabannya dalam novel Bunda Lisa Samudra dan Angkasa yang Bernyanyi Memeluk Mimpi. Awal…