Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Green hospital: kontribusi dunia kesehatan bagi lingkungan

Rumah Sehat Hijau: tempat orang sakit menjadi sehat

Eka dan Eki, Si Kembar Penjual Kerak Telur

Kemarin selepas menonton drama musikal keren "Ariah" yang membuat aku nge-fans sama rambut panjang pemeran utama perempuannya, aku dan Bara the kakak kos menyempatkan membeli kerak telur yang menjadi andalan Jakarta. Harganya 20 ribu kalau pakai telur bebek, dan 15 ribu kalau telur ayam. Rasanya sih seperti kerak telur kebanyakan, tapi yang membuat agak beda adalah penjualnya. Kerak telur yang notabene makanan betawi ditawarkan oleh penjual dengan logat ibu saya, sunda. Ya, sunda! Awalnya aku kira salah dengar, tapi setelah mengobrol cukup intens dengan sang penjual, aku tahu kalau kupingku benar, pedagangnya orang Garut asli.

Namanya Eka, umur jalan 20 tahun dan berdagang kerak telur hanya saat ultah Jakarta saja. Di luar bulan ultah jakarta, dia bekerja di kampung bantu-bantu orangtuanya bersawah-ladang. Dia sudah berjualan kerak telur sejak usia 14 tahun. Perawakan Eka kecil sekali, lebih pendek dariku dan kurus. Wajahnya polos, sepertinya tidak kenal fesbuk dan twitter.…