Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Sosialisasi Obat Generik Lewat Media Sinetron dan Twitter

Murah. Barangkali itu kata pertama yang terlintas di benak kita jika mendengar kata obat generik atau obat generik berlogo (OGB) dan tidak bisa dipungkiri kesan pertama yang melekat dengan “murah” adalah murahan. Apalagi adanya adagium ‘ada harga, ada kualitas’ yang benar-benar dipegang oleh masyarakat kita. Tapi―benarkah keyakinan semacam itu bila dikaitkan dengan OGB yang harganya jauh di bawah obat dengan nama dagang? Karena masih banyak masyarakat umum yang memiliki persepsi bahwa obat generik itu disubsidi pemerintah dan dikhususkan untuk orang miskin. Kalau seperti itu persepsi mereka, bukan tidak mungkin yang ada di benak mereka, OGB semacam raskin (beras miskin) yang berkutu dan apek! Padahal tidak demikian adanya. Kekhawatiran akan kualitas obat generik itu sebenarnya akan terjawab dengan sendirinya bila masyarakat kita memahami apa itu OGB dan bagaimana mekanisme pembuatan dan izin peredarannya di Indonesia.

Obat yang beredar di masyarakat sebenarnya terbagi menjadi dua jeni…

Tiga Pertanyaan

Hobi Baru: Mengamati Dinamika Manusia di Kerumunan

Aku punya hobi baru yang tertular dari seseorang, mengamati tingkah-polah orang-orang di kerumunan alias keramaian. Menarik karena aku berniat dan bersungguh-sungguh *mulai lebay* untuk menjadi penulis fiksi. Karena akan menulis tentang manusia, observasi tingkah manusia akan sangat penting buatku.

Kemarin contohnya. Aku ke Gramed Matraman bareng mba Bara. Di riweuh banget dan membuatku, secara aneh, merasa bahagia. Aku melihat bermacam tingkah manusia yang cukup menarik buatku dan bisa jadi bahan tulisan nanti.


Ada pasangan, mungkin suami-istri, yang berbeda usia jauh banget. Yang laki-laki udah keriput, tua, etnis Tionghoa. Nah, yang perempuan jauh lebih muda, mungkin masih 30-an awal. Make-up kinclong, cantik sih, tapi judesnya gak ketulungan. Image judesnya makin menjadi-jadi dengan tingkahnya yang mengipas-ngipas dengan kipas tangan. Persis gambaran ibu-ibu jutek di sinetron! Aku gak nyangka kalau ada manusia model begitu yang beneran di dunia nyata. Ternyata sinetron gak mengada…