Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011

What i hate

Barusan ngecek status FB, oh God! i hate when people sayin' nasty things on their walls!! seperti ga ada bahan omongan lain...pembicaraan ranjang diangkat ke muka umum, just 4 fun maybe but makes me wanna    puke!!!!

gak heran Alloh Ta'ala melarang pembicaraan keji dan kotor, karena memang ga ada indah2nya...membuat kegiatan yang harusnya menjadi ladang pahala bila niatnya lurus, menjadi semacam kegiatan seperti tngkah hewan saja!!

Makes me remember a story about one of khilafa, Umar bin Khattab Radiallohu anhu, Beliau pernah suatu malam memaksakan diri untuk melakukan hubungan badan dengan istrinya dengan harapan semoga saja dari hubungan itu akan lahir seorang hamba Alloh yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya, subhanalloh!!

Jauh dari keadaan kita sekarang ini, sungguh jauh!!!!

I don't hate sex but i hate when people talk about it inappropriately!! nau'dzubillah min dzalik!!!!

Renungan asam-garam

Bergaya ala chef profesional, tadi aku memasak tumis udang kuah brokoli (menamakan sendiri karena cuma iseng coba-coba).

dimulai dari memotong bawang bombay dan sayuran lain sambil beraksi dengan membayangkan kelihaian para chef memainkan pisau, menyiapkan bahan lain yang kira-kira diperlukan...menumis , memadukan bahan-bahan yang berbeda sifat dan jenis menjadi satu paduan masakan yang mudah-mudahan lezat.

semua ini membuat aku teringat tentang sebuah pernyataan yang asalnya aku lupa darimana, entah dari lagu dangdut yang pernah aku dengar semasa kecil dulu (agak malu nih karena ternyata dulu penggemar dangdut juga) atau dari buku pelajaran bahasa Indonesia. Pernyataan itu kira-kira berbunyi begini : asam di gunung, garam di laut..tapi bertemu juga mereka di kuali.

yang bisa aku tangkap,intinya berkaitan dengan jodoh...bahwa bahan yang berlainan jenis dan sifat,pun berjauhan asalnya...bila dikehendaki Alloh ta'ala akan bertemu juga di satu tempat dan waktu yang alhamdulillah masi…

benar-benar pagi yang indah

hari ini aku memilih untuk bahagia dan alhamdulillah bahagia yang aku dapat.

terlepas dari banyaknya tugas yang harus aku kerjakan hari ini, terlepas dari rasa sedih yang masih menggelayut dipikiranku sampai sekarang tentang beberapa hal.

Kalau anak sekarang bilang, pagi ini dan pagi-pagi sebelumnya aku memang agak "lebay" tetapi alhamdulillah...bahagia yang aku dapat.

Oiya X...ingat dzikrulloh pagi dan petang!






“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadanya pada waktu pagi dan petang”

jeda

jeda begitu lama untuk menulis blog, tiga tahun waktu yang cukup lama rasanya.
dalam tiga tahun banyak yang sudah berubah, mimpi....cita-cita,....lokasi tempat tinggal,...bidang pekerjaan...,pemahaman hidup...,kematian beberapa orang yang tidak terduga,....tentu saja usia dan wajah yang menua :)
hopely..perubahan itu semua bermuara pada satu tempat....kebahagiaan hakiki disana.

Hari bahagia

bila ada yang bertanya padamu satu pertanyaan sederhana seperti apa itu hari yang bahagia? apa jawabmu kawan?
bangun pagi sudah ada yang menyiapkan sarapan? membaca sms masuk yang berisi "i luv u"? jalanan yang biasa macet, tiba-tiba lengang? bos besar yang biasa sangar tiba-tiba senyum dengan sangat manis dan memuji kinerja kita? atau buat yang masih sekolah, kepala sekolah mengumumkan ternyata nama kita terpilih menjadi perwakilan student exchange ke LN? atau si-dia yang biasanya cuek jadi cari-cari perhatian dengan tingkahnya yang "menggemaskan"?
sebutkan saja kawan...satu persatu alasan mengapa kita sebut hari ini adalah hari yang bahagia. Sampai penuh postingan comment-nya pun tak mengapa.
tapi satu hal, mengapa kebanyakan kita selalu butuh faktor eksternal untuk bahagia??? faktor luarpun juga penyebab kita merasa selalu tidak bahagia dan tertekan....mengapa kawan????
apa itu tidak berarti kita menyerahkan pilihan hidup kita untuk sepanjang hari kedepan pada ora…